Kisah Sukses Pemilik Bisnis Trasportasi Paradep, Memulai Usahanya dari berjualan susu - Bisnis kasa transportasi Paradep merupakan jasa transportasi yang melayani rute Siantar-Medan dan sebaliknya yang perkembangannya sangat gesit saat ini.
Puluhan mobil mini bus hingga bus-bus besar sudah menjadi armada bisnis jasa trasportasi ini padahal Bisnis transportasi paradep ini dimulai dari keterbatasan sejak tahun 2005 lalu yang bermodalkan dua buah mobil minibus.
"Saya mulai masuk bisnis transportasi ini sejak tahun 2005 lalu, saat itu saya baru punya dua buah mobil, dan ada juga beberapa teman yang bergabung dengan saya, tapi direksinya saya melalui CV Paradep, hingga berkembang menjadi PT Paradep," ujar Paradep, pemilik bisnis jasa transportasi tersebut di Rumahnya, Jalan Sutomo, Minggu (20/3/2016)
Ayah yang memiliki empat orang anak ini bercerita bahwa ia sebelumnya adalah seorang anak yang harus bekerja demi membantu ekonomi orang tuanya yang memiliki anak 9 bersaudara.
"Saya dulu waktu kecil sekitar usia 9 tahun sudah mulai berbisnis, bisnis saya itu jualan susu keliling dengan menggunakan ceret (teko). Pertama dulu saya jualan dengan jalan kaki, tapi seiring perjalanan saya bisa membeli sepeda dan sepeda motor untuk berjualan, sepeda dan sepeda motor ini adalah hasil dari penjulan susu," sebutnya.
Setelah melakoni bisnis berjualan susu, Paradep mengatakan sempat beralih bisnis menjadi penjual bumbu di Pajak Horas. "Sebelum masuk bisnis transportasi saya juga pernah jadi penjual bumbu di Pajak Horas, namun sudah ada kendaraan yang saya coba tumpangkan ke beberapa perusahaan bisnis transportasi. Mulai dari angkot hingga mobil-mobil sejenis mobil pribadi yang saya pergunakan sebagai modal awal mendirikan bisnis ini," ujarnya.
Lelaki yang suka bergurau ini menuturkan bahwa menimba ilmu bernisnis di dunia trasportasi ketika dirinya pernah menjadi mandor di salah satu perusahaan taxi di Medan. "Saya banyak belajar saat menjadi mandor dahulu di Taxi Perkasa, di tahun 2005 itu, trus saya coba mulai usaha ini dari dasar," katanya.
Ia menyampaikan bahwa diawal memulai bisnis transportasi ini banyak hadangan dan cobaan yang harus dia hadapi. "Sering rugi dulu diawal, bahkan banyak sudah barang dan gerobak-gerobak yang terjual untuk menjalankan bisnis ini. Dulu kadang penumpang kami itu ada dua orang ke Medan. Trus dari Medan kosong jadi rugilah," ujarnya.
Namun seiring Paradep memperbaiki kualitas pelayanan terhadap penumpang, Kata Paradep mereka mulai mendapat untung dan untung tersebut selalu dia investasikan demi kemajuan bisnisnya. "Setelah punya untung dari bisnis ini. Saya langsung menjadikannya investasi, dan berkembang terus menerus hingga sekarang," katanya.
Menurutnya selama ini hingga bisa memiliki bisnis yang maju seperti saat ini, ia selalu mengutamakan pelayanan dan kenyamanan yang bagus terhadap penumpangnya.
"Selama ini selain memanejemen supir dan kendaraan dengan baik, saya selalu mengutamakan kenyaman dan pelayanan yang bagus untuk setiap penumpang, itulah usaha yang saya lakukan selama ini, kalau ada yang merasa tidak mendapat pelayanan yang bagus, penumpang bisa langsung menyampaikannya ke kami," ujarnya.
